Hasil dan Pembahasan Makalah permenjelly daun cincau (Bab 3, 4)
III. METODE DAN
PELAKSANAAN
3.1
Bahan dan Alat
Bahan
yang digukan dalam pembuatan permen jelly
camcau, bahan yang dibutuhkan adalah daun camcau, bubuk agar-agar, gula pasir,
garam dapur halus, vanilli, air mineral, minyak sayur dan buah-buahan.
Sedangkan alat yang digunakan adalah pisau, belender, cetakan (Loyang)
3.2
Metode Pelaksanaan
Adapun langkah-langkah pembuatan Permen Jelly dari
Daun Cincau yaitu sebagai berikut :
1.
Memilih daun cincau yang tidak terlalu tua dan tidak
terlalu muda.
2.
Mencuci dan menggiling dengan menggunakan blender,
3.
Menyaring dengan menggunakan saringan berdiameter 30 cm
untuk memisahkan daun dan sari daunnya.
4.
Sementara itu buah yang terpilih sebanyak 5 kg dicuci
dan digiling dengan blender, kemudian disaring
5.
Memisahkan sari dengan ampas buah. Sari buah terdiri
dari 3 jenis buah
6.
Menambahkan gula pasir sebanyak 4,5 kg, 30 gr.
7.
Menambahkan sari buah dari 3 macam buah dan masing –
masing sari buah sebanyak 6 liter.
8.
Menambahkan vanilli lalu dimasukkan ke dalam loyang dan
adonan permen jelly yang mengandung rasa buah dibagi ke dalam 2 loyang dengan ketinggian
masing – masing 3 cm.
9.
Diamkan adonan hingga hilang uap panasnya dan mengeras,
kemudian jemur adonan di bawah terik matahari hingga hilang kandungan airnya.
10.
Memotong adonan yang sudah kering dengan ukuran 1x2x1
cm.
IV. HASIL DAN
PEMBAHASAN
4.1
Hasil
Dari Perlakuan
yang telah dilakukan di peroleh hasil bahwa metode yang baik dalam
mensubstitusikan gel cincau hijau ke dalam proses pembuatan penmen jelly adalah
pada saat permen jelly mengalami pendinginan pada suhu 50-60 °C.
Mensubstitusikan gel cincau hijau pada saat pengadukan di awal pemasakan
menghasilkan permen jelly yang mudah meleleh serta mengalami sineresis. Menurut
Sunanto (1995), pembentukan gel cincau hijau dapat terjadi pada suhu 25-30 °C.
Menurut Untoro (1985), pembentukan gel cincau pada suhu medium yang semakin
tinggi maka akan menyebabkan pembentukan gel menjadi lebih lama dan pada suhu
80 °C sudah tidak terbentuk gel lagi. Penggunaan suhu 50-60 °C ini dikarenakan
pada suhu tersebut gelatin mencair sehingga pengadukan permen jelly dapat
dilakukan dengan mudah dan gel cincau tidak mengalami sineresis. Konsentrasi
gel cincau hijau yang paling baik untuk pembuatan permen jelly adalah yang
konsentrasi 20 %. Hal ini disebabkan karena gel cincau hijau dengan konsentrasi
30 % memiliki sifat mudah membentuk gel sehingga sangat sulit untuk
mensubstitusikannya ke dalam permen jelly dan permen jelly yang dihasilkan
terjadi pemisahan. Semakin rendah kandungan air dalam gel cincau maka akan
semakin tinggi viskositas gel cincau hijau yang terbentuk. Dengan tingginya
viskositas gel cincau hijau maka akan semakin sulit penyaringan gel cincau
karena semakin tinggi jumlah hidrokoloid yang terekstrak pada daun cincau akan
mempercepat terbentuknya gel cincau hijau, sedangkan untuk konsentrasi gel cincau
hijau 10 % memiliki kandungan air yang terlalu tinggi sehingga jumlah air yang
harus digunakan dalam formulasi permen jelly akan semakin sedikit sehingga
semakin sulit untuk melarutkan gelatin. Oleh karena alasan ini maka gel cincau
hijau yang digunakan adalah gel cincau dengan konsentrasi 20 %. Pada penelitian
utama akan dilakukan analisis mengenai kadar air, proksimat, tekstur, pH, total
padatan, aw, total asam tertitrasi, dan uji organoleptik.
4.2
Pembahasan
Adapun
langkah-langkah pembuatan Permen Jelly dari Daun Cincau dimulai dengan memilih
daun camcau yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Daun camcau sebanyak
1 kg yang sudah terpilih dicuci dan digiling dengan menggunakan blender,
kemudian disaring dengan menggunakan saringan berdiameter 30 cm untuk
memisahkan daun dan sari daunnya. Sari daun camcau yang diambil sebanyak 18
liter. Sementara itu buah yang terpilih sebanyak 5 kg dicuci dan digiling
dengan blender, kemudian disaring untuk memisahkan sari dengan ampas buah. Sari
buah terdiri dari 3 jenis buah dan masing – masing diambil sebanyak 6 liter
sari buah. Lalu 18 liter air camcau yang sudah disaring dimasak jadi satu
dengan serbuk agar – agar 140 gr. Tambahkan gula pasir sebanyak 4,5 kg sambil
terus diaduk hingga mendidih kemudian tambahkan garam sebanyak 30 gr. Kemudian
adonan yang sudah mendidih dibagi ke dalam 3 panci. Masing – masing panci
ditambahkan sari buah dari 3 macam buah dan masing – masing sari buah sebanyak
6 liter. Masing – masing adonan diberikan tambahan vanilli lalu dimasukkan ke
dalam loyang dan adonan permen jelly yang mengandung rasa buah dibagi ke dalam
2 loyang dengan ketinggian masing – masing 3 cm. Jangan lupa untuk melapisi
loyang dengan minyak sayur agar tidak lengket. Diamkan adonan hingga hilang uap
panasnya dan mengeras, kemudian jemur adonan di bawah terik matahari hingga
hilang kandungan airnya. Adonan yang sudah kering dipotong dengan ukuran 1x2x1
cm.
4.2.1
Analisis proksimat
Dilakukan antara
permen jelly tanpa gel cincau hijau dengan permen jelly yang paling disukai,
yaitu permen jelly yang disubstitusikan gel cincau hijau sebesar 42.86 %.
Gambar 4 menunjukkan bahwa gel cincau hijau dapat meningkatkan kadar abu permen
jelly karena dalam gel cincau mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan
besi yang cukup tinggi. Pada gel cincau hijau yang digunakan mengandung total
abu sekitar 0.25- 0.27%. Analisis kadar protein, lemak, dan karbohidrat permen
jelly mengalami penurunan dengan adanya gel cincau hijau, ini disebabkan karena
kandungan air dalam gel cincau hijau sangat tinggi sehingga menurunkan jumlah
protein, lemak, dan karbohidrat, sedangkan kandungan airnya meningkat karena
dalam gel cincau hijau memiliki kandungan air yang sangat tinggi.
4.2.2
Tekstur
Hasil
menunjukkan bahwa permen jelly tanpa gel cincau hijau dengan permen jelly yang
disubstitusikan gel cincau hijau memiliki nilai kekuatan gel yang berbeda
nyata. Dari hasil statistik menunjukkan bahwa kekuatan gel pada permen jelly
dapat dikatakan bahwa subatitusi gelatin penmen jelly dengan gel cincau hijau
sebesar 60% dan 50% memiliki kekuatan gel paling rendah dan sangat berbeda
nyata dengan permen jelly yang tanpa gel cincau hijau.
4.2.3
Sineresis
Hasil menunjukkan
bahwa semakin banyak gel cincau hijau yang disubstitusikan maka penurunan berat
permen jelly semakin banyak. Hal ini disebabkan karena sifat gel cincau hijau
yang mudah mengalami sineresis, terutama jika gel cincau hijau tersebut
disimpan 2- 3 hari pada suhu kamar. Substitusi gelatin permen jelly dengan gel
cincau hijau 16.67%, 20%, 25%, 33.33%, 37.5%, dan 42.86% memiliki nilai yang
tidak berbeda nyata dengan permen jelly tanpa gel cincau hijau. Sedangkan pada
permen jelly yang disubstitusikan gel cincau hijau sebesar 50% dan 60% memiliki
nilai yang berbeda nyata dengan permen jelly lainnya
4.2.4
Organoleptik
Bahwa subsitusi gelatin permen jelly dengan gel cincau hijau sebesar 42,86% memiliki tingkat rasa dan kesukaan yang paling disukai oleh para panelis. Dari hasil statistik menunjukkan bahwa dengan adanya gel cincau hijau dapat meningkatkan penilaian rasa dan kesukaan pada permen jelly, yang artinya dengan adanya gel cincau hijau dapat mengurangi aftertaste dari gelatin.
V. KESIMPULAN
Permen jelly yang
paling disukai berdasarkan penilaian elastisitas, kekenyalan, rasa, sineresis,
dan kesukaan secara keseluruhan adalah substitusi gelatin permen jelly dengan
gel cincau hijau sebesar 42.86%. Formulasi permen jelly yang paling baik adalah
gel cincau hijau 20% sebanyak 42.86 %, gelatin 8%, gula 18%, HFS-55 42%, asam
sitrat 0.15 %, antifoaming maks 0.005%, essence apel 0.30%, CaCI2 0.35%, dan
air 15.31%.
Comments
Post a Comment